24 January 2009

Demokrat Ungkit Mega Jual Aset Negara

JAKARTA - Suasana politik menjelang Pemilu 2009 semakin memanas, setelah kritikan pedas dari kubu opisisi PDIP terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dinilai gagal dalam pemerintahannya, kini giliran Partai Demokrat membalas kritikan tersebut.

Partai Demokrat menilai ketika berkuasa menjadi presiden, Megawati Soekarnoputri tidak pernah mendengar aspirasi dari masyarakat. Salah satu contohnya adalah menjual aset negara secara serampangan.

"Zaman Megawati, dia tidak pernah mendengar aspirasi masyarakat. Dia jual aset seenaknya sendiri," kata Sekretaris Departemen Politik DPP Demokrat Irfan Ghani kepada okezone di Jakarta, Sabtu (24/1/2009).

Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ini, juga mempertanyakan kampanye sembako murah yang dilancarkan kubu Megawati. Selain itu Irfan mengimbau dalam berkompetisi di Pilpres 2009, Megawati dan timnya melakukan dengan cara sehat.

"Ketika ia janjikan sembako murah hitungannya dari mana? Sekarang kalau mau berkompetisi secara sehatlah. Untuk Mega dan timnya, pakailah politik yang cerdas," ujarnya.

Irfan mengungkapkan tidak ada prestasi yang diraih Megawati saat berkuasa, bahkan zalim ketika menjabat sebagai presiden. Hal itu dikarenakan ketika zaman Megawati semua disubsidi yang lebih menguntungkan orang kaya dari pada warga miskin.

"Apa yang diberikan Mega saat memimpin kepada rakyat? Nggak ada, nol besar. Kalau bicara kepada kader-kadernya semua orang juga bisa, tapi ini bicara NKRI," tegas caleg Partai Demokrat nomor urut dua dapil Sumbar dua ini.

Mengenai klaim Partai Demokrat dalam iklan politiknya yang mengusung keberhasilan pemerintahan SBY, Irfan berdalih klaim tersebut dilakukan atas dasar bukti yang dimiliki Pemerintahan SBY. Pasalnya, Demokrat berhak mengklaim prestasi ketua dewan pembinanya tersebut.

"Mega kan pihak oposisi, SBY-JK punya dasar mengapa dia mengklaim sukses. Dan itu suatu kewajaran karena SBY dapat mendengar apa aspirasi masyarakat," tuturnya.

Pencitraan buruk yang sering dilakukan saingan SBY, karena mereka terlalu naif dan takut berhadapan dengan SBY di Pilpres 2009. Namun demikian, Irfan mempersilahkan lawan-lawan SBY terus mengkritik, namun dengan yang elok dan bijaksana. "Makanya mereka selalu mencari-cari kesalahan SBY," pungkasnya. (ram)
http://pemilu.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/01/24/268/185915/giliran-demokrat-ungkit-mega-jual-aset-negara

0 comments:

Post a Comment