Informasi Tips dan Cara Penyembuhan Demam Berdarah Dengue
Waspada Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue
Indonesia sebagai negara tropis dengan angka kejadian Dengue yang tinggi, memang memiliki potensi tinggi untuk terjadinya penyebaran wabah Dengue di masyarakat. Jutaan orang mengalami Dengue dan sebagian besar didominasi oleh anak-anak
Pola kejadian Demam Dengue (DD) yang saat ini cenderung berubah, tidak lagi hanya terjadi pada masa pancaroba saja, namun juga memiliki gejala-gejala yang tidak jelas.
Maka dari itu, seluruh lapisan masyarakat dihimbau untuk selalu waspada terhadap gejala yang timbul dan memberikan pertolongan pertama yang tepat dan cepat untuk mengurangi resiko kondisi pasien yang lebih buruk.
• Perbedaan DD dan DBD
Jika selama ini masyarakat berpikir jika Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue adalah satu jenis penyakit yang sama, kenyataan tidak demikian.
Demam Dengue (DD) merupakan penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegipty yang telah terinfeksi melalui gigitan pada orang yang telah terinfeksi, lalu mengigit orang lain yang tidak sakit.
Demam dengue mempunyai daerah epidemik yaitu di Asia Tenggara, Afrika dan Amerika bagian tengah dan selatan. Jenis penyakit ini terbagi atas dua tipe yakni Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD).
DBD merupakan bentuk yang lebih parah, dimana pendarahan dan syok terkadang dapat terjadi yang bisa berujung pada kematian. Dan kondisi yang parah, lebih banyak dialami oleh anak-anak.
"Kasus DBD yang tercatat di DKI Jakarta sampai dengan tanggal 30 Oktober 2009 sebnayak 26.522 kasus, yang tersebar di 6 wilayah Kota/Kabupaten. Secara angka absolut kasus terbanyak ada di Jakarta Timur, yaitu 8.193 kasus. Sedangkan secara proporsional jumlah kasus jika dibandingkan dengan jumlah penduduk , terbesar ada di Jakarta Selatan, yaitu 391/100.000 penduduk," kata dr. Dien Emawati, M.Kes, selaku Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
Lebih lanjut dr. Dien mengatakan jika "Setelah dilakukan pelacakan kasus dilapangan, ternyata yang benar-benar menderita DBD dan berdomisili di DKI Jakarta sekitar 16.028 kasus (68%), dan sisanya adalah bukan DBD. Namun jumlah tersebut hampir sama dengan tahun lalu. Sedangkan jumlah kasus DD dari bulan Januari 2009 sampai Oktober 2009 sebanyak 3.313."
• Gejala DD dan DBD
Gejala DD biasanya muncul pada hari ke 4-7 setelah terinfeksi oleh gigitan nyamuk aedes aegypti. Gejalanya kadang bisa hilang dan timbul (biphasic) atau seperti siklus pelana kuda.
“Gambaran pelana kuda bukan merupakan gejala yang penting, karena yang harus diwaspadai adalah saat turunnya demam karena saat itu merupakan saat kemungkinan terjadinya kebocoran plasma dan bisa berakibat syok dan gejala penting lainnya,” tandas Dr. Alan Roland Tumbelaka, selaku Consultant Pediatrician.
Biasanya pasien akan mengalami demam tinggi mendadak yang disertai dengan sakit kepala berat – terutama dibagian dahi, sakit kepala di bagian belakang bola mata, nyeri atau sakit pada tubuh dan sendi-sendi, mual dan muka kemerahan.
Sementara itu gejala DBD yaitu gejala demam yang disertai dengan tambahan kondisi seperti sakit atau nyeri pada ulu hati dan terjadi secara terus menerus. Terjadi pendarahan pada hidung, mulut, gusi dan terdapat memar pada kulit. Muntah yang disertai darah, kotoran tinja berwarna hitam, merasa haus yang berlebihan, kulit menjadi pucat dan dingin, serta terjadi penurunan kesadaran dan mengantuk.
Fase kritis berlangsung 24-48 jam atau sekitar 3 hari sampai memasuki hari ke 5 perjalanan penyakit. Pada fase ini, penderita akan kehilangan nafsu makan dan minum dan terus menerus muntah. Dan untuk menghindari terjadinya pendarahan, maka pasien harus mengkonsumsi cairan yang banyak atau diinfus cairan rumatan/syok.
• Cara penanganan
Tidak ada pengobatan spesifik untuk mengatasi penyakit ini. Namun penanganan dini dan tepat dapat setidaknya meredakan gejala dan mencegah komplikasi dan kematian.
Ketika demam muncul buatlah demam turun. Apapun penyebab demam, temperatur yang tinggi sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kejang. Caranya bisa dengan mengompres atau memberikan antipiretik seperti paracetamol.
Selain itu istirahat dan memberikan cairan yang cukup adalah dua hal yang penting pada penderita demam infeksi virus dengue dan berikanlah cairan yang cukup kepada penderita. Bisa dengan minum air putih yang banyak atau mengkonsumsi kuah sayur.
Namun jika satu atau lebih gejala DBD timbul, segeralah bawa penderita ke rumah sakit. Apalagi satu atau dua pasca demam terjadi merupakan periode kritis dari penyakit ini.
• Tips
Selama curah hujan tinggi dan terjadinya perubahan cuaca secara tak menentu, maka Anda harus mewaspadai hal tersebut. Dalam kasus ini (DD dan DBD) musuh utama kita adalah nyamuk aedes aegypti yang telah terinfeksi.
Biasanya nyamuk senang bersembunyi di dalam ruangan, lemari baju, tempat gelap dan genangan air. Di luar, nyamuk ini lebih suka bersembunyi di area teduh dan lembab, seperti di sekitar pepohonan atau semak-semak.
Dan untuk berkembang biak, nyamuk akan bertelur pada genangan air, seperti wadah air di tempayan, ember, tempat minum burung dalam sangkar, vat atau pot bunga, kaleng atau botol bekas, potongan bamboo, pelapis kaki kayu dan meja, serta tempat-tempat lainnya yang potensial untuk menetaskan telur-telurnya.
Karena kita tidak bisa membedakan jenis nyamuk ini, maka hal yang paling baik untuk dilakukan adalah dengan memutus mata rantai perkembangan nyamuk di rumah dan juga lingkungan rumah Anda. Bagaimana caranya? Mudah saja! Hanya dengan melakukan 3M plus (Menguras, Menutup, Menimbun dan Fogging), maka perkembangbiakan nyamuk bisa ditekan semaksimal mungkin.
Jadi tunggu apa lagi? Segera putus perkembangan biak nyamuk di wilayah tempat tinggal Anda, agar orang-orang yang Anda cintai tidak menjadi salah satu korban dari penyakit DD atau DBD.
http://www.hanyawanita.com/_health/
13 November 2009
Tips dan Cara Penyembuhan Demam Berdarah Dengue
Baca Juga :
Tips dan Cara Penyembuhan Demam Berdarah Dengue
Updated at: 16:46. by Informasi Terbaru 2012Under Category: Kesehatan
0 comments:
Post a Comment